Perbedaan Rukun Umrah dan Haji

Perbedaan Rukun Umrah dan Haji
Perbedaan Rukun Umrah dan Haji

Perbedaan rukun umrah dah haji harus diketahui para jamaah agar tidak salah dalam pelaksanaanya.

Haji dan umrah adalah dua ibadah yang saling berkaitan dan memiliki banyak kesamaan, termasuk syarat wajib, syarat sah, amalan sunnah. Selain itu juga hal-hal yang dapat membatalkan atau diharamkan selama pelaksanaannya. Meski demikian, terdapat perbedaan mendasar antara keduanya. Haji memiliki rukun tambahan seperti wukuf di Arafah dan hanya dilakukan pada waktu tertentu, sementara umrah lebih fleksibel dan bisa dilaksanakan kapan saja sepanjang tahun.

Read More

Imam Al-Ghazali dalam kitab karangannya menyebutkan, “Rukun-rukun yang menentukan sahnya haji ada lima, yaitu ihram, thawaf, sa’i, wukuf di Arafaf dan bercukur rambut menurut sebagian pendapat. Rukun-rukun umrah pun demikian, kecuali wukuf.”

Dari perkataan Al-Ghazali tersebut, bisa diketahui bahwasanya rukun haji yang bukan merupakan rukun umrah adalah wukuf di padang Arafah. Sehingga perbedaan rukun umrah dan haji atau kedua ibadah ke Baitullah itu terletak di pelaksanaan wukuf.

Dalam ibadah haji sendiri, wukuf hanya dapat dilakukan pada tanggal 9 Dzulhijjah. Mengutip buku Fiqh Ibadah oleh Syaikh Abdul Aziz Muhammad Azzam & Syaikh Abdul Wahhab Sayyed Hawwas, wukuf di Arafah merupakan rukun haji terbesar.

Karena menjadi rukun haji yang penting, wukuf juga yang menyebabkan haji hanya bisa dilaksanakan pada musim haji yakni bulan Dzulhijjah. Tidak seperti umrah yang bisa ditunaikan di sejumlah bulan lainnya.

Haji lebih kompleks dengan tambahan wukuf di Arafah dan waktu pelaksanaan tertentu.

Jadi, perbedaan haji dan umrah terletak pada rukun atau serangkaian ibadah yang wajib dikerjakan. Apabila salah satu dari rukun haji atau umrah tidak dikerjakan, maka haji atau umrah menjadi tidak sah.

Related posts